Sabtu, 16 Februari 2019

SELAMAT HARI JADI PACITAN KE 274

Pacitan, 19/2/2019

Agoes Hendriyanto


Budaya adalah suatu unsur yang sangat penting dalam suatu lingkungan yang merupakan cara untuk dapat berkembang dari tiap generasi ke generasi. Dari budaya tersebut terciptalah suatu karya seni yang merupakan warisan dari suatu bangsa. Oleh sebab itu, agar karya seni tersebut tidak musnah, kita sebagai bangsa yang berbudaya dan memiliki seni yang cukup bervariasi, sebaiknya tetap menjaga kelestarian dari budaya kesenian tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat mulai terpengaruh dengan budaya lain dibandingkan dengan budaya bangsanya sendiri. Maka perlu sebuah solusi cerdas dalam mempertahankan kesenian tradisional tanpa harus tertingal oleh perkembangan seni dunia yaitu dengan memadukan kesenian modern dan kesenian tradisional. 

Komunitas PengembanganSosial Budaya, berdiri dengan melihat begitu masifnya pengaruh budaya luar baik budaya timur, barat, maupun dari  Timur Tengah.  Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar dengan berbagai budaya, kesenian, tarian, nyanyian, upacara keagamaan, dan warisan budaya leluhur lainnya wajibkita lestarikan.  Agar generasi penerus kita merasakan betapa indahnya Indonesia.  Kita sebagai bangsa timur dengan berbagai nilai, sopan santun,kekelargaan, kebersamaan harus terus kita pupuk sebagai alat untuk perjuangan.

Hidup penuh dengan perjuangan untuk hasil itu kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Manusia sebagai bagian dari kosmos yang besar yaitu alam semesta tidak mempunyai hak untuk mengklaim bahwa golongannya adalah yang terbaik.  Hal ini akan menimbulkan resistensi dan permusuhan di Masyarakat.  Hidup berdampingan dengan alam dan segenap makhluk dan saling bermanfaat itu salah satu tujuan dari komunitas KPSB dibentuk. 

Sukses selalu untuk kita semua semoga Pacitan lebih maju dan beradap.

Minggu, 03 Februari 2019

JADWAL ROAD SHOW KETHEK OGLENG PACITAN



Team Road Show KOP



Rencana kegiatan ini diberi tajuk “Road Show Kethek Ogleng Pacitan 2019” yang merupakan usaha mewujudkan serta pengembangan konsep dari berbagai kegiatan di Sanggar CondroWanoro dan Komunitas Pengembangan Sosial Budaya.  Selain kegiatan tahunan pada Bulan Oktober kegiatan ini sebagai sarana untuk melatih dan menyeleksi siswa yang dianggap layak untuk kegiatan pertunjukan baik untuk skala regional maupun nasional.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini semoga siswa dan wali siswa termotivasi untuk selalu berpartisipasi baik di sanggar maupun pada tiap gelaran kegiatan pertunjukan Kethek Ogleng Pacitan.  mengembangkan Kethek Ogleng Pacitan.  Regenerasi pemain, pelatih, tim manajerial sangat penting dalam rangka menunjang keberlanjutan kethek Ogleng Pacitan di masa depan.  Jangan sampai terhenti pengembangannya disebabkan minimnya generasi muda yang terjun dengan keikhlasan dan semangat demi perkembangan Kethek Ogleng Pacitan. Jangan sampai terjadi kekosongan kegiatan yang telah dirasakan 2 tahun yang lalu.   Kegiatan Road Show untuk memperkenalkan Kethek Ogleng Pacitan akan terus berlanjut dan direncanakan untuk wilayah yang semakin luas.

Adapun Tema kegiatan “Road Shoh Kethek Ogleng Pacitan” adalah “Belajar Berkreasi dan Berkarya untuk Mengabdi Pada Negeri”.  Artinya setiap sanggar ataupun lembaga komunitas  seharusnya mengajarkan kepada setiap siswa untuk menghargai dan membekali mereka dengan kemampuan untuk bisa mandiri sebagai manusia. Kegiatan ini akan menjadi jembatan penyaluran bakat agar tercapai cita-citanya, serta dapat bermuara dengan melahirkan ide dan gagasan yang cemerlang. Selain itu juga menumbuhkan nilai karakter sebagai warga Negara Indonesia untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Sabtu, 26 Januari 2019

JANGAN BIARKAN KARAWITAN TENGGELAM DI NEGERINYA



Minggu, 27/1/2019

Dina Maharani

Seni karawitan adalah seni musik tradisional yang menggunakan instrumen musik gamelan. Seni karawitan sering dianggap sudah mulai punah dan dilupakan setiap orang terutama generasi muda. Generasi milineal lebih senang main game, dan android.  mereka tidak peduli lagi entah mereka mempunyai space (ruangan tak ada batasnya).  Jika itu alasan mereka kita tidak bisa menyuruh mereka untuk meninggalkan kegiatan yang telah mereka laksanakan.  Mungkin jamannya sudah lain.  Sekarang mereka akan berinteraksi secara luas atau sering disebut dengan global.  Suatu saat nanti mereka akan menemukan gamelan dan akan dipromoikan atau kegiatan yang lebih luas atau global.  

Bapak Nyoto kendang atau Nyoto Sekar Arum biasa dipanggil, senantiasa setia dengan kendangnya. Tangannya yang ahli memainkan kendang selalu memberikan warna bagi karawitan khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pacitan. Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas di seksi kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pacitan mempunyai kecintaan terhadap karawitan. Bulan Pebruari 2019 sibuk untuk mempersiapkan kegiatan hari jadi Kabupaten Pacitan. Sukses selalu Seni Karawitan Pacitan, Indonesia. Pejuang seni untuk melestarikan warisan budaya luhur bangsa.

Seiring dengan perkembangan zaman, seni karawitan mulai ditinggalkan dan banyak generasi penerus bangsa menolak untuk melanjutkannya karena tidak sesuai dengan gaya hidup yang mereka anut. Biarkanlah mereka suatu saat nanti akan menentukan sendiri titik jenuhnya dan akan dengan kedisiplinan tinggi akan menaruh perhatian pada seni  Indonesia dalam hal ini karawitan.  Kita ketahui bahwa untuk main alat karawitan atau disebut dengan gamelan tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan.  Mungkin itu yang akan dipikirkan generai mienela untuk membuat karawitan sebagai seni musik modern.

Seni karawitan di mata saya, mempunyai daya tarik yang unik dan tidak memiliki batasan umur, gender dan profesi. Semua orang bisa saja tiba-tiba tertarik dengan seni karawitan. Entah dengan mendengar, melihat, atau bahkan membaca saja. Hal ini semakin saya percayai setelah mengikuti kegiatan UKM di kampus kami.  Adanya kepedulian dari pemeritah dengan menghibahkan seperangkat alat gamelan kepada UKM.  Walaupun hanya terbuat dari besi namun itu sudah kami anggap cukup bagi ukuran untuk latihan. 

Tujuan pelestarian seni karawitan jawa sudah sangat jelas. Yaitu melestarikan seni karawitan Jawa di masyarakat agar tidak punah. Seni karawitan merupakan aset budaya yang besar yang dimiliki masyarakat Indonesia. Jika hilang ataupun punah akan menjadi suatu kehilangan yang sangat besar.  Oleh sebab itu perlu kita jaga jangan sampai tenggelam di negeri sendiri, namun di luar negeri begitu dikagumi.  peninggalan nenek moyang kita yang mempunyai teknologi metalurgi yang tinggi saat itu.  Bisa dibayangkan empat ratus tahun yang lalu di Indonesia sudah berkembang ilmu logam yang pesat dengan mengetahui titik lebur besi, tembaga.  

Indonesia diakui dunia sebagai negara yang kaya akan budaya dan kesenian. Salah satu kesenian Indonesia yang sudah mendunia yakni karawitan. Tetapi kebanyakan mereka malu dan menilai kesenian karawitan ketinggalan zaman. Mereka tidak tahu kesenian karawitan sangat dihormati dan dihargai di luar negeri. Bahkan mereka rela membayar mahal untuk mempelajari kesenian ini. Ada juga wacana tentang seni karawitan mendunia namun dilupakan di negeri sendiri. Sangat menyedihkan sekali melihat perkembangan seni karawitan di negeri kita sendiri.

Lantas, bagaimana perkembangan pelestarian seni karawitan di jaman sekarang? Upaya pelestarian seni karawitan telah digalakkan oleh berbagai kalangan. Mengingat begitu pentingnya pelestarian seni karawitan jawa ini. Upaya pelestarian diantaranya pemerintah harus mengupayakan agar kesenian karawitan tetap terjaga dan lestari untuk masa depan generasi penerus bangsa yang ada di Indonesia. Yaitu dengan cara memasukkan kesenian karawitan ke dalam kurikulum pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi. Bersama denan Kethek Ogleng Pacitan untuk tingkat SD, SMP sudah ada ekstra wajib yang harus diikuti oleh siswa.  Pemerintah dapat mengupayakan memberikan media dengan hibah alat karawitan ke setiap sanggar, sekolah, maupun kelompok belajar lainnya.  Tujuannya hanya satu lesatri gamelan Jawa lestari budayaku.  Indonesia semakin jaya.

NILAI AKHIR BAHASA INDONESIA PEND.BAHASA INGGRIS 2018/2019



Minggu, 27/1/2019
 
Nilai ini sebenarnya hanya sebagai gambaran selama perkuliahan Bahasa Indonesia.  Absensi juga menjadi pertimbangan dalam pemberin nilai ini.  Bagi mahasiswa  Bahasa Inggris yang mendapatkan nilai A hadikan motivasi dalam rangka berkarya bagi negeri.  Begitu juga yang dapat nilai yang tidak sesuai dengan harapan saudara.  Jadikan semua ini sebagai pembelajaran yang berharga bagi kalian untuk menyongsong masa depan yang gemilang. Sukses selalu untuk kalian semua

NILAI AKHIR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA
PRODI PBI STKIP PGRI PACITAN
Ganjil 2018/2019

No
Nama
Nilai (Huruf)
No
Nama
Nilai
 (Huruf)
1
Endah P
A -
11
Hestia Ayu P
A -
2
Winda Afianti
A
12
Ika Noviana Nuranita R
A
3
Alfi  N
B +
13
Joko Susanto
B
4
Alinda Ockty P
A
14
Muhamad Hafid
B +
5
Bayu Dwi C
B -
15
Mutiara P
B +
6
Dhafin Rozaq
B -
16
Nela Rosita
A
7
Dina Maharani
B +
17
Noni Agustina
A
8
Dita Maharani
A
18
Nursita F
A
9
Eria Asokawati
A -
19
Sally Naritama
B -
10
Filda Dwi Rystyaningrum
A -
20
Titik Wulandari
A -

Doni Wijanarko
B
21
Zela Olivia Puri H
C +